Logo Pengadilan Negeri Palopo
Pembaruan terakhir: Selasa, 06 November 2018
shade

IMG 7196

Menindaklanjuti Surat dari Menteri Sekretaris Negara RI Nomor. B-365/M.Sesneg/Set/TU.00.04/05/2018 serta Surat Sekretaris Mahkamah Agung RI Nomor. 318/SEK/KS.00/05/2018 tanggal 30 Mei 2018, tentang Upacara Bendera dalam rangka Peringatan hari lahir Pancasila tahun 2018, maka Pengadilan Negeri Pinrang menyelenggarakan Upacara Bendera Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun 2018 pada hari jum’at, 1 Juni 2018.

Upacara dimulai pukul 08.00 Wita dan diikuti segenap aparatur Pengadilan Negeri Pinrang. Bertindak sebagai pemimpin upacara H. Hasbullah Kalla, S.H, sedangkan Ketua Pengadilan Negeri Pinrang, Adil Kasim, S.H.,M.H. bertindak sebagai pembina upacara. Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila ini diselenggarakan dengan tema “Kita Pancasila : Bersatu, Berbagi, Berprestasi”.

20180604 123729

Pembina Upacara dalam amanatnya menyampaikan sambutan Presiden Republik Indonesia dalam rangka Peringatan Hari Lahir Pancasila yang pada pokoknya berisi, sebagai bangsa yang majemuk, semangat persatuan merupakan pilar utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Kita harus terus menerus bersatu memperkokoh semangat Bhineka Tunggal Ika dalam upaya kita untuk menjadi bangsa yang kuat, bangsa yang besar, dan bangsa pemimpin.

Semangat berbagi antar anak bangsa untuk kesejahteraan dan kemajuan bersama juga merupakan sebuah keharusan. Kita harus berbagi dengan memperkuat etos kepedulian, welas asih, dan saling menghargai dengan penuh empati. Dengan modal semangat dan energi kebersamaan kita akan mampu berprestasi untuk memenangkan kompetisi. Kita harus percaya diri dan berani bersaing dalam kehidupan dunia yang semakin terbuka dan kompetitif. Kita harus memperkokoh kekuatan kolektif bangsa dan tidak boleh menghambur-hamburkan energy dalam perselisihan dan perpecahan.

20180604 120623

Peringatan Hari Lahir Pancasila setiap tanggal 1 Juni harus kita manfaatkan sebagai momen pengingat, momen pemacu, dan momen aktualisasi nilai-nilai Pancasila. Terus mengamalkan warisan mulia ini untuk kemajuan bangsa. Negara manapun di dunia ini akan selalu berproses menjadi masyarakat yang bineka dan majemuk. Seringkali kemajemukan ini juga dibayang-bayangi oleh resiko intoleransi, ketidak-bersatuan, dan ketidak-gotongroyongan. Saatnya kita berbagi pengalaman dalam berbhineka tunggal ika, dalam bertoleransi serta dalam membangun persatuan dan kebersamaan. Saatnya kita berbagi pengalaman dal mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

20180604 123048 

 Setelah pembina upacara menyampaikan amanatnya, kemudian upacara dibubarkan oleh pemipin upacara dan segenap aparatur Pengadilan Negeri Pinrang pun kembali melanjutkan aktivitas berikutnya.      

A- A A+

Pencarian

Informasi Cepat

  • 1